Nasib Ketua DPC PDI Perjuangan Pukul Legislator PAN dan PBB Saat Rapat DPRD, Perkelahian LKPJ Bupati

Anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu tersangka dugaan kasus penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Kolase foto Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Takalar Andi Noer Zaellang atau Andi Ellang dan ilustrasi double stick. Andi Noer yang merupakan anggota DPRD menjadi tersangka dugaan kasus penganiayaan. 

Rapat berujung aksi adu jotos antarlegislator tersebut mengagendakan pembentukan komposisi Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Bupati Tahun 2020.

Rapat di kantor DPRD Takalar tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 wita.

Baca juga: Dugaan Korupsi Makan dan Minum DPRD Sultra Diekspos, Polda Bertemu Inspektorat Audit Kerugian Negara

“Kejadiannya sekitar jam 2 siang lewat, saat itu rapat LKPJ kejadianya,” ujar Kasubag Humas Polres Takalar AKP Zein Arman.

Dalam rapat itu, Andi Nur Selang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pansus LKPJ Bupati Tahun 2020.

Penunjukan legislator PDIP tersebut sebagai wakil ketua pansus mengundang reaksi sesama legislator.

Dua anggota DPRD Takalar yakni Johan Nojeng dan Bakri Sewang tidak setuju atas penunjukan Andi Ellang.

Terjadilah selisih paham berujung perkelahian.

Andi Ellang pun memukul Johan dan Bakri.

Akibat dugaan pemukulan tersebut, Johan dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar.

Bakri juga turut ke RSUD untuk divisum.

Saat ini, Johan masih dalam perawatan medis.

Dipukul Double Stick

Johan Nojeng membeberkan insiden pemukulan yang dialaminya saat rapat DPRD.

“Sebelum insiden pemukulan dengan menggunakan double stick, kami sempat beradu argumentasi terkait pembentukan Pansus LKPJ Bupati,” kata Johan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved