Breaking News:

Nasib Ketua DPC PDI Perjuangan Pukul Legislator PAN dan PBB Saat Rapat DPRD, Perkelahian LKPJ Bupati

Anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu tersangka dugaan kasus penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Kolase foto Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Takalar Andi Noer Zaellang atau Andi Ellang dan ilustrasi double stick. Andi Noer yang merupakan anggota DPRD menjadi tersangka dugaan kasus penganiayaan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, TAKALAR - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Takalar Andi Noer Zaellang atau Andi Ellang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Andi Noer yang merupakan anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut menjadi tersangka dugaan kasus penganiayaan.

Andi Ellang diancam hukuman penjara 2 tahun 8 bulan setelah memukul dua rekannya sesama anggota dewan pada rapat DPRD terkait pembentukan Pansus LKPJ Bupati Tahun 2020.

Korban pemukulan yakni legislator PAN Bakri Sewang dan Johan Nojeng dari PBB.

Johan harus menjalani perawatan medis setelah kepalanya dihantam double stick oleh Noer.

Baca juga: DETIK-DETIK Demo Ricuh di Kantor DPRD Sultra, Pengunjuk Rasa Baku Hantam Staf DPRD dan Satpol PP

Sedangkan, Bakri mengalami luka ringan memar pada bagian lengan kanan bawah.

Kasubag Humas Polres Takalar AKP Zein Arman, Selasa (4/5/2021), mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara.

Andi Ellang disangkakan dengan pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memeriksa 5 saksi yang berada di dalam ruang rapat DPRD saat perkelahian tersebut terjadi.

“Saksi yang telah diperiksa ada 5 orang mereka staf yang berada di rapat kemarin,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved