Mudik Lebaran 2021

Gubernur Ali Mazi Takut Penularan Covid-19 Seperti India, Tapi Lonjakan Arus Mudik Tak Diantisipasi

Kekhawatiran melonjaknya penularan Covid-19 ditambah banyaknya varian virus yang mematikan bikin Ali Mazi cemas.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi takut penularan covid-19 di Bumi Anoa seperti di India. Kekhawatiran melonjaknya penularan Covid-19 ditambah banyaknya varian virus yang mematikan bikin Ali Mazi cemas. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI -  Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi takut penularan covid-19 di Bumi Anoa seperti di India.

Kekhawatiran melonjaknya penularan Covid-19 ditambah banyaknya varian virus yang mematikan bikin Ali Mazi cemas.

Lantas memutuskan melarang mudik Lebaran 2021, terhitung sejak 6 hingga 17 Mei.

"Hal ini kita lakukan untuk mencegah peningkatan Covid-19 dan kluster-kluster yang berbahaya," ujarnya ditemui di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kota Kendari, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: LENGKAP Larangan Mudik dan 6 Hal Dikecualikan Surat Edaran Gubernur Sultra, Surat Izin Perjalanan

Baca juga: Meski Ada Larangan Mudik, Pelabuhan Kendari-Wawonii Tetap Dipadati Penumpang 

Ali Mazi menjelaskan situasi penularan Covid-19 di India sebagai contoh alasan melarang mudik di Sultra.

"Contoh di India, sampai di tengah jalan membakar jenazah, bahkan mungkin hari ini di Delhi sudah kehabisan kayu," ujar Ali Mazi.

Menurutnya, karena Covid-19 ditularkan dari manusia ke manusia sehingga diharapkan larangan mudik Lebaran 2021 meminimalisir kontak fisik.

Namun realitanya, pelarangan mudik tidak meminimalisir terjadinya kontak fisik.

Dua hari terakhir sebelum larangan mudik Lebaran 2021 dari Gubernur Sultra Ali Mazi, lonjakan penumpang di Pelabuhan Kota Kendari meningkat.

Ali Mazi mengaku mengetahui adanya lonjakan penumpang di Pelabuhan Kota Kendari tersebut.

Namun ia tidak risau penumpukan penumpang dapat memperburuk penularan Covid-19.

"Iya sudah ada laporan jika penumpang menumpuk, kitakan banyak laporan intel di semua titik," ujarnya.  

Meski sudah mengetahui, namun Ali Mazi baru menginstruksikan pihak keamanan untuk melakukan pengetatan mudik terhitung sejak 6 hingga 17 Mei 2021.

"Oleh karena itu mulai sekarang, nanti bersama Polda, TNI Angkatan Darat, Laut, Udara, kita akan menyampaikan surat imbauan dari gubernur," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved