Breaking News:

Pungutan di Masjid Al Alam

Pungutan Rp5 Ribu di Masjid Al Alam Kendari: Untuk Dana Perawatan, Pemprov Sultra Cuma Bayar Listrik

Ketua Pengurus Masjid Al Alam Abdullah Al Hadzah mengatakan pungutan tersebut dinilai sebagai infaq, dilandasi Alquran, sehingga tidak memaksa.

Penulis: Amelda Devi Indriyani
Editor: Fadli Aksar
Handover
Masjid Al Alam Kendari. Warganet memprotes pungutan infaq wisata religi senilai Rp5.000 di Masjid Al Alam Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Diketahui, pungutan tersebut dikutip kesetiap pengendara mobil yang masuk pintu gerbang masjid yang berdiri di Teluk Kendari tersebut. Tak hanya warganet, pengunjung pun turut merasa keberatan dengan pemberlakuan tarif masuk ke Masjid Al Alam Kendari. 

"Keberatan juga kalau ada infaq masuk. Kalau terkoordinir dengan baik misalnya ada peraturan daerah tidak ada masaalah, tidak merasa keberatan," katanya di Masjid Al Alam.

Ia berharap agar hal ini cepat ditanggapi oleh pengurus atau Pemerintah Kota Kendari yang menangani hal terkait.

"Tapi kalau seperti ini dikatakan ilegal ya ilegal karena tidak didasari dengan dasar hukumnya, Tidak ada legas standingnya seperti itu," kata Salim.

Ia meminta dana Infaq yang terkumpul harus bisa dipertanggungjawabkan dan diumumkan ke publik peruntukannya.

Protes Warganet

Warganet memprotes pungutan infaq wisata religi senilai Rp5.000 di Masjid Al Alam Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, pungutan tersebut dikutip kesetiap pengendara mobil yang masuk pintu gerbang masjid yang berdiri di Teluk Kendari tersebut.

Pungutan dikutip di bawah tenda yang berdiri tak jauh dari pintu gerbang masjid yang pembangunannya dirintis mantan Gubernur Sultra Nur Alam tersebut.

Protes disampaikan warganet melalui salah satu grup Facebook dengan mengunggah potongan karcis berwarna merah muda tersebut.

Postingan diunggah Sunarto Iriyawan Kolomang, beberapa hari lalu.

“Infaq itu sesuai keikhlasan, tapi kenapa eh kenapa ditentukan 5000...,” tulisnya menyertai unggahan foto karcis bertuliskan Infaq Kunjungan Wisata Religi tersebut.

Pada bagian kop karcis bertuliskan Masjid Al Alam Kendari, Kompleks Masjid Al Alam Kendari disertai alamat email alamkendari@yahoo.com.

Tertera pula nilai Rp5.000 disertai tulisan 'hanya berlaku untuk satu kali kunjungan'.

Pada bagian bawah karcis, tertera tulisan tanggal masuk tapi tanpa disertai tulisan tanggal bulan maupun tahunnya.

Potongan karcis tersebut tanpa dibubuhi stempel maupun nomor.

Unggahan tersebut mengundang reaksi pro dan kontra warganet.

Hingga Selasa (04/05/2021), postingan sudah dikomentari 193 kali.

“Assalamu'alaikum wr.wb.. Untuk tidak salah menafsirkan dan menduga duga atau pake jangan jangan alangkah baiknya datang di sekertariat masjid al alam dan menanyakan secara langsung sekaligus mendapatkan jawaban secara rinci..insya allah akan mendapatkan jawaban setelah itu bisa mengambil kesimpulan,” tulis akun Opi Parasi mengomentari unggahan tersebut.

Baca juga: Jalan Menuju Masjid Al Alam Diklaim Amblas, Bakal Diperbaiki Pakai Dana Bencana di BPBD

Sejumlah warganet ikut mempertanyakan infaq wisata religi tersebut.

“Seharusnya ada nomor seri dan stempel,” tulis akun Alam Tonga.

“Berlaku stiap malam infak 5000??,” tanya akun Azcty Rahman.

“Harus diusut dan diperjelas aturannya demi kenyamanan kita bersama,” komentar akun Al Ghifari Abdzr.

Hingga saat ini, TribunnewsSultra.com masih mengupayakan konfirmasi ke pihak pengurus Masjid Al Alam Kendari.(*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved