Breaking News:

Pungutan di Masjid Al Alam

Pungutan Rp5 Ribu di Masjid Al Alam Kendari: Untuk Dana Perawatan, Pemprov Sultra Cuma Bayar Listrik

Ketua Pengurus Masjid Al Alam Abdullah Al Hadzah mengatakan pungutan tersebut dinilai sebagai infaq, dilandasi Alquran, sehingga tidak memaksa.

Penulis: Amelda Devi Indriyani
Editor: Fadli Aksar
Handover
Masjid Al Alam Kendari. Warganet memprotes pungutan infaq wisata religi senilai Rp5.000 di Masjid Al Alam Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Diketahui, pungutan tersebut dikutip kesetiap pengendara mobil yang masuk pintu gerbang masjid yang berdiri di Teluk Kendari tersebut. Tak hanya warganet, pengunjung pun turut merasa keberatan dengan pemberlakuan tarif masuk ke Masjid Al Alam Kendari. 

Sehingga pengurus mengambil inisiatif untuk mengadakan infaq kunjungan agar masjid tidak terlantar.

"Memang biaya operasional itu tidak mencukupi karena terjadi pembatasan jamaah," jelasnya.

Dana tersebut diperuntukan untuk biaya keamanan, biaya kebersihan kemudian lain-lain, termasuk alat-alat atau fasilitas di masjid.

"Karena banyak orang itu hampir setiap bulan ada keran air yang diganti, balon diganti, nah itu membutuhkan dana," bebernya.

Kemudian pengurus juga memiliki program untuk menjadikan Masjid Al Alam sebagai suatu destinasi wisata religi, destinasi wisata bahari dan destinasi kuliner Islami.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya memang perlu pengadaan benda-benda modal investasi.

"Jika sudah ada investasi itu, harapannya untuk kembalikan peningkatan pelayanan kepada umat, dan tidak lagi tergantung kepada pemprov," ujarnya.

infaq

Warganet memprotes pungutan infaq wisata religi senilai Rp5.000 di Masjid Al Alam Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Diketahui, pungutan tersebut dikutip kesetiap pengendara mobil yang masuk pintu gerbang masjid yang berdiri di Teluk Kendari tersebut.

(Handover)

Selain itu, dana infaq ini akan disalurkan untuk menggaji para petugas kemanan dan petugas kebersihan.

Lantaran di Masjid Al Alam tidak sama dengan mesjid lainnya yang berada di pemukiman, sehingga petugas direkrut dan harus digaji.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved