Breaking News:

Tribun Corner

Lembaga Keagamaan Buddha Sultra: Kesejahteraan Penting Dalam Pemahaman Literasi dan Keuangan

Henry Thunru, memberi pemahaman literasi keuangan dan tujuan pengelolaan uang dari segi agama Buddha. 

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Tangkapan layar YouTube Tribunnewssultra.com
Talk show virtual Tribun Corner dengan tema edukasi keuangan berbasis agama. Telah hadir narasumber Ketua lembaga pembinaan keagamaan Buddha Sulawesi Tenggara (Sultra) Henry Thunru. Berlangsung di studio lantai 2 kantor TribunnewsSultra, jalan Edi Sabara, Lahundape, Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra, pada Senin (3/5/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Lembaga Pembinaan Keagamaan Buddha Sulawesi Tenggara (Sultra) Henry Thunru, memberi pemahaman literasi keuangan dan tujuan pengelolaan uang dari segi agama Buddha. 

Hal ini disampaikan Henry Thunru pada event talk show virtual Tribun Corner dengan tema edukasi keuangan berbasis agama. 

Sebagai salah satu pemateri dari pemateri lainnya yang berasal dari 5 agama berbeda, dipandu dengan host Tribun Corner Sri Rahayu. 

Berlangsung di studio lantai 2 TribunnewsSultra, jalan Edi Sabara, Lahundape, Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra, pada Senin (3/5/2021). 

Baca juga: Pendeta Marthen Sambira: Edukasi Keuangan Pada Masyarakat Sultra Masih Sangat Rendah

Menurut Henry, terkait dengan literasi berdasarkan kacamata  ajaran agama Buddha sangat penting.

Sebab literasi merupakan semacam dasar atau pondasi. 

"Dalam literasi kami banyak belajar dan menganalisa, dari hasil itu maka kita dapat suatu Point yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk bisa bertindak kedepannya," kata Henry. 

Kata Henry, literasi akan semakin baik jika diawali dengan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk pemahaman pengelolaan keuangan. 

"Yaa memang untuk minat baca tulis khususnya anak-anak milenial masih minim, tapi tentunya kita dari sisi keagamaan sebagai tokoh agama disitulah perjuangan kami untuk bisa mengembangkan dan mensosialisasikan tentang literasi ini," jelasnya. 

Melihat fenomena saat ini, anak-anak milenial lebih banyak memegang gadget, yang sebenarnya literasi itu sudah bisa diakses melalui gadget. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved