Breaking News:

Komentar Negatif KRI Nanggala 402

Kabar Buruk Penghina Awak KRI Nanggala 402 Resmi Ditahan di Polda Sultra, Terancam 6 Tahun Penjara

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menahan pemilik akun facebook Muhammad Jisrah Rahman, Jumat (30/4/2021), 22.00 WITA.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
Humas Polda Sulawesi Tenggara
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menahan pemilik akun facebook Muhammad Jisrah Rahman, Jumat (30/4/2021), 22.00 WITA. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kabar buruk penghina awak KRI Nanggala 402 Muhammad Jisrah Rahman resmi ditahan.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menahan pemilik akun facebook Muhammad Jisrah Rahman, Jumat (30/4/2021), 22.00 WITA.

Muhammad Jisrah Rahman melalui akun facebooknya berkomentar tak senonoh kepada awak kapal selam KRI Nanggala 402.

Dirinya pun diperiksa penyidik Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) (Lanal) Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Nasib Buruk Penghina Awak KRI Nanggala 402 di Kendari, Dinterogasi TNI AL, Tersangka Polda Sultra

Baca juga: TNI Angkatan Laut Kendari Diminta Tak Teprovokasi Komentar Miring Gugurnya Awak KRI Nanggala 402

Jisrah lalu diserahkan ke Polda Sultra untuk diperiksa sehingga langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Subdit V Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Kompol Muhammad Fahroni membenarkan hal itu.

"Kami menahan tersangka Muhammad Jisrah Rahman, di rutan Polda Sultra terkait perkara tindak pidana bidang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE),” kata Fahroni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5/2021).

Penetapan tersangka terhadap Jisrah berdasarkan alat bukti handphone milikny dan tangkapan layar unggahan di facebook.

Kata Kompol Fahroni, penyidik juga telah memeriksa saksi, ahli ahli bahasa dan IT, serta diperkuat dengan pemeriksaan ahli oleh Laboratorium Forensik (Labfor) di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Jisrah dijerat pasal 28 Ayat (2) UU ITE terkait Ujaran Kebencian dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun kurungan penjara," jelas Fahroni.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved