Breaking News:

Tribun Corner Bersama OJK

Pahami Transaksi dan Investasi Keuangan yang Dibolehkan Islam, Berikut Penjelasan Dosen IAIN Kendari

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Randy Ariyadita Putra menjelaskan mengenai hal itu dalam acara Tribun Corner, Selasa (20/4/2021).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
(Reymeldi Ramadhan/TribunnewsSultra.com)
Acara Tribun Corner menghadirkan Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Randy Ariyadita Putra dengan tema Edukasi Keuangan Berbasis Agama dipandu wartawan TribunnewsSultra.com, Sri Rahayu. Berlangsung di Kantor TribunnewsSultra, Jl Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Acara ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan TribunnewsSultra.com. 

Bathil merupakan transaksi yang salah, transaksi yang dibatalkan semua cara atau mekanismenya itu tidak dibenarkan dalam islam.

Taghrir yakni suatu bentuk pembodohan sehingga mau melakukan transaksi atau biasa disebut dengan pembodohan.

Jangan Kikir

Dalam surah Al Furqan ayat 67 menyebutkan, apabila orang-orang yang menginfakkan hartanya maka tidak akan terhindar dari berlebih-lebihan dan juga kikir

Randy mengatakan, Islam adalah agama yang sempurna karena semua aspek kehidupan manusia diatur dalam Al Quran dan Hadist.

Bahkan secara mikro sekalipun yakni tentang keuangan, Al Quran mengatur prinsip keuangan dengan hukum Allah.

"Kita mencari rejeki bukan hanya untuk diri sendiri namun di dalam rejeki tersebut terdapat hak bagi manusia lain untuk mendapatkannya dengan bersedekah," kata Randy.

Dalam Surah An Nur ayat 33 dijelaskan, berikanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah titipkan.

Jadi harta tersebut hanya titipan atau amanah karena semuanya itu milik Allah.

Baca juga: OJK Jaga Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Dorong Upaya Pemulihan Ekonomi

Baca juga: Berkolaborasi Dalam Kegiatan Bazar Intermediasi, OJK Sultra Gelar Empower Youth For Work

"Maksud dari berlebih-lebihan, seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, contoh misalnya membeli treadmill padahal tanpa alat tersebut kita bisa saja joging diluar rumah walau jaraknya tak jauh," kata Randy.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved