Berita Kendari Terkini Hari Ini

Cuaca Buruk Dikhawatirkan Picu Kenaikan Harga Bawang dan Cabai di Kota Kendari

Komoditi tersebut dikirim melalui jalur laut, namun dengan kondisi cuaca buruk yang tengah melanda Indonesia, diprediksi bakal memengaruhi distribusi.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
Handover
Cuaca buruk dikhawatirkan jadi pemicu kenaikan harga bawang dan cabai di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Cuaca buruk dikhawatirkan jadi pemicu kenaikan harga bawang dan cabai di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kendari, Riza Ibrahim di ruangannya Jalan D I Panjaitan, Senin (19/4/2021).

Katanya, seperti bawang merah dan bawang putih sendiri dipasok dari Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Komoditi tersebut dikirim melalui jalur laut, namun dengan kondisi cuaca buruk yang tengah melanda Indonesia, diprediksi bakal memengaruhi distribusi barang itu.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Kendari Naik hingga Rp3 Ribu, Dinas Perindag Sebut Masih Normal

Baca juga: BI Sultra Minta Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sulawesi Tenggara, Ikan hingga Cabai

"Kita takutkan harga naik seperti bawang dan cabe. Sebab di pasok dari Bima dan daerah selatan dengan transportasi laut," katanya.

Sehingga komoditi bawang jadi perhatian, sebab acap kali ketersediaannya mengalami penurunan dan harganya yang melambung tinggi.

Namun Disperindagkop UKM Kendari memastikan selama Ramadan hingga lebaran ketersediaan bawang merah dan bawang putih tercukupi.

Baca juga: Gegara Corona, Pemkot Kendari 2 Tahun Tiadakan Pasar Murah

Baca juga: Bulog Sultra Klaim Harga Beras Turun di Bulan Ramadan, Sebut Karena Alasan Ini

"Walaupun sempat kurang stoknya, tapi bawang ini mampu mencukupi hingga lebaran. Karena ada gudang penampungan dekat Pasar Basah Mandonga," jelas Riza Ibrahim.

Walaupun stok sering habis di penampungan namun, setiap ada permintaan selalu datang tepat waktu.

"Biar sudah habis stoknya tapi datang-datang terus bawangnya sehingga tidak habis," katanya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved