Breaking News:

Cerita Angga, Disiksa Penyidik di Buton Dipaksa Mencuri: Parang di Leher Ancam Dibunuh

Angga merupakan remaja yang mengaku disiksa penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton. Dia juga mengaku sempat diancam dibunuh, ditodong parang.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Risno Mawandili/TribunnewsSulta.com
Angga 

Tetap tidak mau membenarkan perkataan penyidik, Angga mengaku, langsung di todong senjata laras panjang di paha.

"Dia bilang, kamu mengakumi, atau tidak saya tembak kamu ini, ada peluruhnya satu," ujar Angga menirukan percakapan David Sulastion.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, Polsek Sampoabalo menangkap 4 orang sebagai pelaku, yakni Angga, La Niki, Muslimin dan Arjun. 

Keempat orang ini dituduh telah  mencuri di rumah kepala sekolah mengah pertama (SMP) bernama Saharuddin, pada 24 Desember 2020.  

Saharuddin mengaku, malam itu di rumahnya telah datang pencuri menilep uang tunai Rp100 juta, dua laptop, dua telepon genggam, dan satu buah hardiks, di Rumah kepala sekolah menengah pertama (SMP) Saharuddin.

Laporan polisi nomor: LP/01/1/2021/SULTRA/RES BUTON/SPK SEK, Saharuddin (42) tidak pernah melihat dan mengetahui siapa orang yang telah mencuri di rumahnya.

Namun besoknya, setelah Saharuddin melapor pada 1 Januari 2021, Polsek Sampoabalo lalu meringkus Angga, La Niki, Muslimin dan Arjun.  (*)

(Laporan Wartawan TribunnewsSultra.com,Risno Mawandili)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved