Breaking News:

Berita Buton Terkini Hari Ini

5 Remaja Sebut Disiksa Penyidik Polsek Sampoabalo, Dua Terdakwa, Tiga Saksi, Dipaksa Ngaku Mencuri

Dua remaja Angga dan La Niki ditetapkan menjadi tersangka hingga divonis 5 bulan kurungan pesantren, tetapi kini mengajukan banding. 

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
MELAPOR - Korban penganiayaan Penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, didampingi kuasa hukum, La Ode Abdul Faris, melapor di Propam Polda Sultra, Jumat (16/4/2021) sore. 

"Sudah ditodong senjatanya, katanya Pak Edi (seorang penyidik) cepat mengaku, atau saya tembak kamu, ada satu pelurunya ini," aku L. 

Pemukulan juga dialami J, remaja satu ini mengaku, ditampar di pipi kiri dan kanan hingga dipukul bagian leher dan kepalanya. 

"Dipukul di sini (leher), katanya itu, mengaku atau tidak saya pukul kamu lagi," ujarnya, menirukan ucapan penyidik Polsek Sampoabalo pada 2 Januari 2021 lalu.

Untuk diketahui, R, L, dan J, dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton pada 2 Januari 2021. 

Setelahnya, polisi menangkap Angga dan La Niki pada 4 Januari 2021. 

Keterangan mereka dibutuhkan kepolisian untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) Angga dan La Niki.

Ditangkap dan Disiksa 

Sebelumnya diberitakan, Angga (12) dan Niki (15) ditangkap petugas Polsek Sampoabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton pada 4 Januari 2021, malam hari.  

Dua remaja itu dituduh mencuri bersama Muslimin (28).

Ketiganya dituduh mencuri di rumah seorang kepala sekolah menengah pertama (SMP) bernama Saharuddin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved