Breaking News:

3 Remaja di Buton Disiksa Polisi Dipaksa Akui Mencuri, Jadi Tersangka Sehari Sebelum Diperiksa

BAP itu dibuat penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Provinsi (Sultra).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)
Kuasa Hukum remaja diduga disiksa penyidik, La Ode Abdul Faris, menerangkan kejanggalan BAP Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ditemui di Kota Kendari, Jumat (16/4/2021) malam. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kuasa hukum tiga remaja di Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Faris, membeberkan kejanggalan berita acara pemeriksaan (BAP).

BAP itu dibuat penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Provinsi (Sultra).

Ketiga remaja itu yakni Angga, La Niki, dan Muslimin, merupakan tiga korban dugaan penyiksaan peyidik Polsek Sampoabalo. 

Dugaan penyiksaan itu telah dilaporkan ke Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (16/4/2021) sore.

Baca juga: Disiksa Penyidik Polsek Sampoabalo, Dua Remaja di Buton Lapor Propam Polda Sultra

Baca juga: Blak-Blakan Remaja di Buton Disiksa Polisi: Dilempar Asbak, Diancam Dibunuh Dipaksa Mengaku Mencuri

Menurut Abdul Faris, banyak kejanggalan dari BAP penyidik Polsek Sampoabalo kepada tiga kliennya. 

Nemun yang paling menonjol dan masih diakui sah hingga saat ini, terkait proses penangkapan dan penetapan tersangka. 

"Berdasarkan BAP klien kami ditangkap pada 4 Januari 2021, kemudian ditahan dan dalam BAP ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Januari 2021. Kapan dia diperiksa sebagai saksi, tidak pernah," ujar Faris ditemui di Kendari, Jumat (16/4/2021) malam. 

Faris pun keheranan, sebab seorang menjadi tersangka lebih dulu kemudian ditangkap dan diperiksa sebagai saksi. 

Bukan itu saja, ia juga tak dapat mempertanyakan, kapan kliennya diperiksa sebagai saksi. 

"Ini BAP dibuat asal-asalan, seharusnya dipanggil dulu, dimintai keterangan, jika cukup alat bukti dijadikan baru ditangkap lagi, kemudian dijadikan tersangka, jika perlu maka dilakukan penahanan," urai Faris menjabarkan. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved