Breaking News:

Kejanggalan Polisi Tangkap 2 Remaja di Buton Sejak BAP, Tak Ada Alat Bukti Tapi Tetap Ditahan

Kejanggalan polisi menangkap dua remaja di Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terlihat sejak berita acara pemeriksaan (BAP).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Kuasa Hukum Abdul Faris, bersama tiga orang korban penganiayaan Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Kejanggalan polisi menangkap dua remaja di Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terlihat sejak berita acara pemeriksaan (BAP).

Sebelumnya, dua anak di bawah umur dipaksa mengaku mencuri oleh oknum penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Januari 2021 lalu.

Dua anak di bawah umur itu juga sempat ditodongkan senjata api hingga dianaya.

"Dalam BAP, barang bukti polisi menangkap pelaku itu adalah HP OPPO A15, tetapi ternyata barang buktinya salah," jelas kuasa hukum korban Abdul Faris lewat panggilan telepon, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: 2 Remaja di Buton Diduga Ditodong Senjata Api lalu Dianiaya Oknum Polisi, Dipaksa Mengaku Mencuri

Baca juga: Polisi Penodong Senjata Api kepada 2 Remaja di Buton Diperiksa Propam, Kapolres Belum Akui Kesalahan

Faris mengatakan, polisi sempat menyita handphone itu dengan dalih barang bukti hasil curian.

Namun setelah paman dua anak itu memperlihatkan dos dan bukti pembelian, HP itu dikembalikan.

Seharusnya ketika polisi mengembalikan barang bukti, juga harus mengeluarkan tersangka karena sudah tak ada ada alat bukti. 

"Barang buktinya dikembalikan, tapi orang yang ditangkap tetap ditahan. Kepolisian ini menangkap orang tanpa alat bukti," katanya.

Dipaksa Mengaku

Minggu (4/1/2021) malam, Angga (12) ditangkap Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved