Breaking News:

Dinkes Kota Baubau Bantah Alasan Kepsek Terkait Siswa SMA yang Berkerumun Sudah Dirapid Test

Ia mengatakan, rapid test hanya bertahan dua hari dan tidak menjamin orang telah bebas dari penularan Covid-19. 

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
Handover
Siswa-siswi SMA Negeri 2 Baubau terlihat sedih, ketika perpisahan di lapangan sekolah, Sabtu (10/4/2021). Foto ini tersebar di facebook. 

Dalam video siaran langsung, itu memperlihatkan, para siswa berkerumun loncat-loncat sambil bernyanyi seusai acara perpisahan siswa-siswi kelas 3 SMA 2 Baubau. 

tak hanya itu mereka juga tak mengunakan masker. 

Baca juga: Pasar Wameo Kota Baubau Dipadati Pengunjung, Harga Sembako Tetap Normal, Warga Berdesakan  

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Baubau, Hasma Ramli, mengatakan, perpisahan itu digelar di lapangan SMA Negeri 2, dihadiri 400 orang. 

"Acaranya hari Sabtu (10/4/2021), yang hadir itu tidak banyak, sekira 400 orang yang diundang, tetapi yang datang itu mungkin sekitar 600 orang," terang Hasma lewat panggilan telepon, Rabu (14/4/2021). 

Dia mengatakan, tidak menerapkan protokol kesehatan, karena telah mendapat izin dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Baubau

"Izin itu dalam bentuk surat, tiga hari atau empat hari sebelum pelaksanaan kegiatan," ujar Hasma Ramli. 

Ia melanjutkan, juga SMA Negeri 2 telah melakukan rapid test sebelum menggelar acara perpisahan. 

"Kami juga sudah meminta izin pihak wali siswa siswa, lewat guru wali kelas masing-masing," imbuh Hasma. (*)

(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved