Breaking News:

Blak-Blakan Remaja di Buton Disiksa Polisi: Dilempar Asbak, Diancam Dibunuh Dipaksa Mengaku Mencuri

Sebelumnya, dua anak di bawah umur Angga (12) dan La Miki (15) dipaksa mengaku mencuri oleh oknum polisi.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Handover
Kuasa hukum dua remaja di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdul Faris 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Blak-blakan seorang remaja di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) disiksa polisi sampai dilempar asbak, diancam dibunuh karena dipaksa mengaku mencuri.

Sebelumnya, dua anak di bawah umur Angga (12) dan La Miki (15) dipaksa mengaku mencuri oleh oknum polisi.

Oknum polisi itu merupakan penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Januari 2021 lalu.

Dua anak di bawah umur itu juga sempat ditodongkan senjata api hingga dianaya.

Menurut Angga, intimidasi itu terjadi pada 4 Januari 2021.

Baca juga: 2 Remaja di Buton Diduga Ditodong Senjata Api lalu Dianiaya Oknum Polisi, Dipaksa Mengaku Mencuri

Baca juga: Polisi Penodong Senjata Api kepada 2 Remaja di Buton Diperiksa Propam, Kapolres Belum Akui Kesalahan

Ketika itu digelandang ke Polsek Sampoabalo dengan tuduhan mencuri di rumah seorang kepala sekolah menengah pertama (SMP) bernama Saharuddin.

Angga yang tidak mau mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan, lantas membantah.

Tetapi, kemudian remaja itu mendapat perlakukan tak pantas, dipukul, dilempar asbak, bahkan diancam mau dibunuh.

"Saya di bawa sama Pak Edi, saya diancam mau dibunuh, kalau tidak mengaku ambil uang," ujarnya lewat video pengakuannya yang dibenarkan Kuasa Hukum Abdul Faris lewat panggilan telepon, Rabu (14/4/2021).

Pengakuan itu kata diutarakan Angga ketika mengadu kepada Kapolres Buton AKBP Gunarko di Markas Polres (Mapolres) Buton.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved