2 Remaja di Buton Diduga Ditodong Senjata Api lalu Dianiaya Oknum Polisi, Dipaksa Mengaku Mencuri

Remaja itu dituduh mencuri bersama dua orang rekannya, La Maki (15), dan Muslimin (28).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Kuasa Hukum Abdul Faris, bersama tiga orang korban penganiayaan Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. 

Kemudian memaksanya menyebut nama seseorang.

“Saat itu Angga menyebut nama kakaknya, La Maki. Polisi lalu memanggil La Maki, dan melakukan interogasi lagi. Keduanya kemudian dipaksa, diarahkan, untuk menyebut nama Muslimin,” jelas Faris.

Atas tuduhan itu, Angga dan La Miki dikurung lima bulan penjara.

Karena Angga dan La Miki masih remaja keduanya dikurung di pesantren.

Sementara, Muslimin kini masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pawaswajo, Kabupaten Buton.

“Muslimin sedang dalam proses sidang Pengadilan Negeri Pasarwajo, sekarang dia replik, atas esepsi yang kami ajukan. Hari ini sidangnya,” ujar Fariz.

Hingga saat ini, TribunnewsSultra masih mencoba mengonfirmasi pihak kepolisian atas tuduhan yang disampaikan Abdul Faris selaku kuasa hukum Muslimin, Angga, dan La Miki.(*)

(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved