Breaking News:

2 Remaja di Buton Diduga Ditodong Senjata Api lalu Dianiaya Oknum Polisi, Dipaksa Mengaku Mencuri

Remaja itu dituduh mencuri bersama dua orang rekannya, La Maki (15), dan Muslimin (28).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Kuasa Hukum Abdul Faris, bersama tiga orang korban penganiayaan Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Minggu (4/1/2021) malam, Angga (12) ditangkap Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Remaja itu dituduh mencuri bersama dua orang rekannya, La Maki (15), dan Muslimin (28).

Ketiganya dituduh mencuri di rumah seorang kepala sekolah menengah pertama (SMP) bernama Saharuddin.

Saharuddin melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sampoabalo pada (1/12/2020) lalu.

Baca juga: Anak Dicekik Istri Melerai Malah Dihantam, Penganiayaan Ayah di Buton Ini Sudah Berulang

Baca juga: Kecelakaan Kapal Redi di Buton Selatan, 12 Selamat, 2 Meninggal, Kronologis Kapal Alfatar Tenggelam

Dalam laporan Polisi nomor 01/1/2021/SULTRA/RESBUTON/SPK SEK tersebut tertulis pelaku pencurian telah mencongkel jendela depan rumahnya pada Kamis 24 Desember 2020 malam silam.

Gerombolan pencuri itu menilep 1 laptop merek Asus tipe Core i5 warna silver, 1 laptop merek Lenovo tipe Core i5 warna hitam, dan 1 handphone merk OPPO A 11 warna hitam.

Selain itu, 1 handphone merk OPPO A 11 warna biru, 1 hardisk warna hitam, dan uang tunai sekitar Rp100 juta.

Namun dalam laporan polisi tersebut, Saharuddin mengaku, tidak melihat dan tidak mengetahui siapa pelakunya.

Saharuddin baru tahu pelaku berjumlah tiga orang setelah polisi berhasil menangkap ketiga orang tersebut.

Menurut kuasa hukum tiga tertuduh pencuri itu, Abdul Faris, penyidik Polsek Sampoabalo melakukan tindak kekerasan saat menginterogasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved