Breaking News:

Warga Kasilampe Tak Persoalkan Jalan Kendari-Toronipa, Asal Ganti Rugi Lahan Sesuai

"Saya mendukung pembangunan jalan Kendari-Toronipa, namun yang jadi persoalan adalah apakah ganti rugi lahan itu adil,"

Penulis: Muh Ridwan Kadir
Editor: Laode Ari
Muhammad Ridwan Kadir/ TribunnewsSultra.com
Salah satu bentuk protes warga akan ganti rugi lahan dan bangunan di Kasilampe. Minggu (11/4/2021) siang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jufri (59) seorang warga di Kelurahan Kasilampe, Kecamatan Kendari Caddi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tak mempersoalkan adanya pembangunan Jalan Kendari-Toronipa.

Asalkan ganti rugi lahan masyarakat yang sudah digunakan untuk jalan tersebut sesuai yang dijanjikan.

"Saya mendukung pembangunan Jalan Kendari-Toronipa, namun yang jadi persoalan adalah apakah ganti rugi lahan itu adil," katanya, Minggu (11/4/2021).

Jufri mengatakan, jika ganti rugi lahan dari pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara terkait pembangunan jalan itu nominalnya sedikit maka mereka rugi.

Menurutnya, ganti rugi tersebut terbilang kecil sekira kurang lebih Rp200 ribu permeter saja.

Padahal, kata Jufri, jika pindah ke kota itu harga tanah Rp1 juta per meternya.

Ia menceritakan perencanaan proyek pembangunan awal jalan tersebut, semula akan menimbun laut.

Namun tiba-tiba perencanaan tersebut berganti yang semula jalur yang digunakan di laut kemudian mengambil lahan warga.

Sehingga jalurnya bukan ke laut malah ke bukit.

Baca juga: Respon Komisi III DPRD Sultra Soal Jalan Rusak di Konawe Selatan: Jangan Salahkan Gubernur Ali Mazi

Baca juga: DPRD Sultra: Ada Uang Rp19 Miliar Tapi Tak Bisa untuk Perbaikan Jalan

Baca juga: 16 Kilometer Jalan Rusak di Morosi, BPJN: Itu Karena Banyak Mobil Tambang yang Lewat

Sementara, sebagian warga Kasilampe yang pemukimannya berada di pinggir laut sekarang sudah berubah menjadi jalan, setuju dengan ganti rugi lahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved