Kamis, 16 April 2026

Polres Baubau Sepakat Libatkan Personel dari Lintas Agama Jaga Rumah Ibadah Setiap Hari Peribadatan

Kepolisian Resor (Polres) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat libatkan personel lintas agama jaga rumah ibadah.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Polres Baubau Sepakat Libatkan Personel dari Lintas Agama Jaga Rumah Ibadah Setiap Hari Peribadatan
Humas Polres Baubau
Kepolisian Resor (Polres) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat libatkan personel lintas agama jaga rumah ibadah setiap peribadatan, sehingga, setiap perayaan setiap agama tidak hanya melibatkan unsur kepolisian. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Kepolisian Resor (Polres) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat libatkan personel lintas agama jaga rumah ibadah setiap peribadatan

Sehingga, setiap perayaan setiap agama tidak hanya melibatkan unsur kepolisian.

Hal itu disepakati dalam pertemuan dengan pemuka agama di Aula Rupatama Aryaguna Markas Polres Baubau, Kamis (01/04/2021).

Upaya itu untuk mengantisipasi keamanan di rumah ibadah menyusul insiden bom bunuh diri di Makassar.

Baca juga: Tokoh Agama dan Akademisi Sultra Mengecam Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Baca juga: GMKI Sulselbara Sebut Bom Bunuh Diri di Makassar Usik Keberagaman, Desak Polisi Mengusut Tuntas

"Dalam setiap perayaan Ibadah tiap-tiap agama, pengamanan akan melibatkan personil-personil dari lintas agama," kata Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari.

AKBP Rio Tangkari mengatakan, agenda tersebut termasuk membahas cara mencegah menangkal hingga memberantas paham radikalisme dan terorisme.

Dalam forum diskusi yang berlangsung selama 3 jam itu, semua tokoh agama sepakat mengutuk keras kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Seluruh pemuka agama bersepakat semua ajaran agama tidak membenarkan terhadap adanya paham Radikalisme.

"Itoleran dan ajaran terorisme sangat bertentangan dengan kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara," katanya.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Makassar,GP Ansor Konawe : Agama Manapun Tidak Mengajarkan Kekerasan

Baca juga: Dampak Mabes Polri Diserang, Markas Polda Sultra Siagakan Penjinak Bom, Ojol Dilarang Masuk

Rio mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertangggung jawab pasca terjadinya Bom Bunuh Diri di Kota Makassar.

Agenda dihadiri, Pendeta, Pastor, Tokoh Umat Hindu, Budha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Turut hadir Wakapolres Baubau Kompol Arnaldo von bulow, Kabag Ops Polres Bau Bau AKP Bagio, dan Kasat Intelkam Polres Bau Bau IPTU Pradifta dhanan jaya P.

Ketua Forum FKUB Baubau DRS H Rusdin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Rasyid, Ketua Nahdatul Ulama (NU) Arif TasIiah serta Ketua Muhammadiyah Basri.

Tak hanya itu, kegitan tersebut juga dihadiri, Ketua Badan Musyawarah Gereja (BAMAG) Pdt Ronald Marbun, Gereja Khatolik Nleholaks Pegan.

Ketua BPMJ Gep Sultra Lelemangura Pdt Tirza madona, Ketua PHDI Adat Karing-Karing I Made Sumadi, dan Yayasan Tionghoa Andry Tenggono.(*)

(Husni Husein TribunnewsSultra.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved