Breaking News:

Nur Alam Hadir Sidang di Kendari

BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Sultra Nur Alam Hadir di PN Kendari Jadi Saksi Kasus Sengketa Tambang

Mantan Gubernur Sultra tersebut dihadirkan PN Kendari sebagai saksi dalam dugaan kasus sengketa kepemilikan tambang di Kabaena, Kabupaten Bombana, Pro

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
Tribunnews
Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam saat menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/10/2017). Nur Alam hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Selasa (23/03/2021). (Foto Ilustrasi) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Selasa (23/03/2021).

Gubernur Sultra periode 2008-2013 dan 2013-2017 tersebut datang dengan mengenakan setelan batik bermotif warna biru cokelat, celana kain warna abu-abu, serta masker berwarna hitam.

Nur Alam tiba di PN Kendari sekitar pukul 13.00 wita dengan menumpang mobil Toyota Land Cruiser dan langsung menuju ruang tunggu sidang di bagian belakang gedung pengadilan.

Mantan Gubernur Sultra tersebut dihadirkan PN Kendari sebagai saksi dalam dugaan kasus sengketa kepemilikan tambang di Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sultra.

Baca juga: PT PLM Keruk Emas di Bombana, IUP Dihentikan Dinas ESDM, Dilapor ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Baca juga: PT Akar Mas Hanya Bayar Rp1,7 Miliar Dana Tambang ke Kejaksaan, Padahal Menunggak Rp3,4 Miliar

Sosok Nur Alam

Nur Alam merupakan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) 2 periode yakni tahun 2008-2013 dan 2013-2018.

Namun, dia terbelit kasus hukum pada akhir periode kepemimpinannya.

Dia divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 17 April 2018 lalu.

Atas putusan hakim tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta selanjutnya memperberat hukuman terhadap mantan Gubernur Sultra Nur Alam dalam putusan yang dibacakan pada 12 Juli 2018 oleh lima anggota majelis hakim.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved