Breaking News:

Buku Malam Pengantin Aisyah, Kumpulan Cerpen Kemanusiaan, Kekerasan Anak dan Perempuan, Penghianatan

Buku berisi kumpulan cerita pendek (cerpen) yang mengangkat isu kemanusiaan, kekerasan anak dan perempuan, kemiskinan, hingga penghianatan.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Aqsa
Amelda/ TribunnewsSultra.com
PELUNCURAN BUKU - Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia Sulawesi Tenggara (Hiski Sultra), Rasiah (kanan), bersama salah seorang penulis buku Malam Pengantin Aisyiah, Faika Burhan, pada Dialog, Peluncuran Buku, dan Sandiwara Sastra, di Madecca Coffee Kendari, Rabu (17/3/2021) malam. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Katharsis mewadahi dialog, peluncuran buku, dan sandiwara sastra, di Madecca Coffee Kendari, Rabu (17/3/2021) malam.

Peluncuran buku terbitan LPM Katharsis bekerja sama dengan Rumah Bunyi tersebut berjudul Malam Pengantin Aisyah.

Buku berisi kumpulan cerita pendek (cerpen) yang mengangkat isu kemanusiaan, kekerasan anak dan perempuan, kemiskinan, hingga penghianatan.

Faika Burhan, salah seorang penulis buku Malam Pengantin Aisyah, mengatakan, isi buku seharga Rp75 ribu tersebut terdiri dari 18 judul cerpen yang ditulis delapan penulis.

Delapan penulis terdiri dari 3 dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Haluoleo (FIB UHO), 2 alumni FIB, dan 3 mahasiswa FIB UHO.

Baca juga: Ikatan Cinta Episode Kamis, 18 Maret 2021: Andin dan Aldebaran Selidiki Kasus Kematian Roy

Baca juga: Diari Bocah SD Bongkar Kebejatan Ayah Kandung Seorang PNS, Rudapaksa Dua Putrinya di Bawah Umur

“Jadi jumlah judul cerpen para penulis ini berbeda, cerpen yang diseleksi ada yang lolos 4, 2 ada juga 1, yang pasti penerbit mengutamakan kualitasnya,” kata Faika.

Faika Burhan, salah seorang penulis buku Malam Pengantin Aisyah, pada Dialog, Peluncuran Buku, dan Sandiwara Sastra, di Madecca Coffee Kendari, Rabu (17/3/2021) malam.
Faika Burhan, salah seorang penulis buku Malam Pengantin Aisyah, pada Dialog, Peluncuran Buku, dan Sandiwara Sastra, di Madecca Coffee Kendari, Rabu (17/3/2021) malam. (Amelda/ TribunnewsSultra.com)

“Sebelumnya ada beberapa penulis mahasiswa yang mengirim naskah, kemudian hasil seleksi penerbit yang punya tema sama itu, dijadikan satu dan diterbitkan dalam buku ini,” jelas Faika Burhan menambahkan.

Menurutnya, butuh waktu 3 bulan untuk proses penerbitan buku tersebut termasuk proses pemilihan cerpen.

“Awalnya selama pandemi ini, kami tidak keluar rumah. Jadi meskipun di rumah harus tetap berkarya,” jelas Faika yang mengaku menulis 4 cerpen dalam buku tersebut.

Cerpennya berjudul Malam Pengantin Aisyah, di Sudut Malioboro, Genangan Rindu, dan Maharani.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved