Breaking News:

Tahukah Anda 6 Produk Ini Ternyata Merek Produk Lokal Indonesia ?

Unggahan warganet yang menampilkan gambar berisi sejumlah merek produk lokal memiliki nama asing, baru-baru ini ramai di media sosial.

Editor: Sitti Nurmalasari
CekAja.com
Ilustrasi merek produk lokal Indonesia yang dikira merek luar negeri 

Eiger hadir untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan dan peralatan bagi gaya hidup para penggiat alam terbuka.

Melansir laman resminya, nama Eiger sendiri diambil dari nama gunung di Swiss, Gunung Eiger yang memiliki ketinggian 3.970 mdpl.

Eiger didirikan pada 1979 di Bandung, di bawah naungan PT Eigerindo Multi Produk Industry. Hal ini diberitakan Kompas.com pada 29 Januari 2021 lalu.

Berawal dari merek kecil dengan dua mesin jahit, kini produk alat-alat outdoor itu berkembang menjadi sebuah perusahaan industri outdoor dan gaya hidup di Indonesia.

Bos Eiger Ronny Lukito, dilansir dari Harian Kompas (28/4/2014) menceritakan, mampu mengembangkan usaha toko tas milik ayahnya dari sebuah rumah kecil di Gang Tamrin, Bandung menjadi produk ternama yang telah merambah dunia internasional.

Saat ini, ada tiga kategori produk utama, yaitu mountaineering, riding, dan authentic 1989. 

5. J.Co

Tak banyak yang mengira jika J.Co merupakan produk asli Indonesia. Kedai kopi dan donat itu pertama kali dibuka di Supermal Karawaci pada 2005.

Dikutip dari Kompas.com, 13 Mei 2016, penata rambut terkenal, Johny Andrean adalah orang yang berada di balik kedai tersebut.

Di tahun-tahun pertama, Johny mengimpor biji kopi dari Italia. Sebuah perusahaan roasting kecil di negara tersebut, ia percayakan untuk mengirim biji kopi ke Indonesia.

Hanya saaja, lokasinya yang cukup jauh, sehingga pendistribusian memakan waktu dua bulan.

Bahkan tidak jarang biji kopi baru sampai di tangan bartender J.Co pada bulan ketiga.

Untuk itu, setelah bisa melakukan roasting biji kopi sendiri, Johny pun memutuskan untuk memilih kopi lokal dari Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.

6. Hokben

Hokben pertama kali berdiri pada 18 April 1985 dengan nama Hoka Hoka Bento. Gerai pertamanya berada di Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Hokben memiliki 153 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Semua gerai Hokben adalah cabang di bawah naungan PT Eka Bogainti. Hal tersebut sebagaimana dikutip dari Kompas.com (30/7/2019)

Lantaran dianggap lebih mudah disebut, pada tahun 2013, Hoka Hoka Bento berubah nama menjadi Hokben.

Pemilik Hokben awalnya membeli izin penggunaan merek dan asistensi teknik Hoka Hoka Bento dari Jepang.

Namun, seiring berjalannya waktu, Hokben di Jepang sudah tidak ada lagi dan saat ini Hokben 100 persen produk Indonesia.

Dari awal berdiri, makanan favorit Hokben adalah teriyaki, chiken katsu dan yakiniku.

Selain lima produk itu, beberapa produk bernama asing, tapi berasal dari Indonesia adalah Silver Queen, La Fonte, Terry Palmer, dan masih banyak lagi lainnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved