Info BMKG
Peringatan Dini Cuaca Senin, 8 Maret 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 23 Wilayah Termasuk Sultra
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca per Senin (8/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-lebat-dan-petir.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca per Senin (8/3/2021).
Disampaikan, sebanyak 23 wilayah berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang.
Termasuk di antaranya ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Di samping itu, sebanyak tujuh wilayah lainnya termasuk Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur diprakirakan diguyur hujan yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Sulawesi Tenggara: Kendari, Konawe, Kolaka, Baubau, Buton, Muna
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Indonesia Senin 8 Maret 2021: Kendari Berawan, Makassar Diguyur Hujan
Baca juga: Data Covid-19 di Indonesia per Minggu, 7 Maret 2021: Tercatat Ada 147 Ribu Kasus Aktif
Berikut peringatan dini cuaca ekstrem pada Senin (8/3/2021), dilansir web.meteo.bmkg.go.id:
Wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
1. Sumatera Utara
2. Jambi
3. Sumatera Selatan
4. Lampung
5. Banten
6. Jawa Barat
7. Jawa Tengah
8. Yogyakarta
9. Jawa Timur
10. Bali
11. Nusa Tenggara Barat
12. Kalimantan Barat
13. Kalimantan Tengah
14. Kalimantan Utara
15. Kalimantan Timur
16. Sulawesi Utara
17. Gorontalo
18. Sulawesi Barat
19. Sulawesi Selatan
21. Maluku
22. Papua Barat
23. Papua
Wilayah berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
1. Aceh
2. Sumatera Barat
3. Bengkulu
4. DKI Jakarta
5. Nusa Tenggara Timur
6. Kalimantan Selatan
7. Sulawesi Tengah
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peringatan Dini BMKG Senin, 8 Maret 2021: Waspadai Cuaca Ekstrem di 30 Wilayah,
(Tribunnews.com/Suci Bangun Dwi Setyaningsih)