Breaking News:

Menkeu Sri Mulyani 'Murka', Sebut Suap Pegawai Ditjen Pajak Penghianat, KPK Ungkap Nilai Fantastis

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ‘murka’ dan menyebut pegawai Ditjen Pajak yang terlibat suap pajak merupakan penghianat.

Editor: Aqsa
Tribunnews.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ‘murka’ dan menyebut pegawai Ditjen Pajak yang terlibat suap pajak merupakan penghianat. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ‘murka’ dan menyebut pegawai Ditjen Pajak yang terlibat suap pajak merupakan penghianat.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan suap pajak dengan nilai fantastis mencapai puluhan miliar rupiah.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, dugaan suap yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tersebut merupakan bentuk pengkhianatan.

Ia menyebutkan, dugaan suap pajak itu juga telah melukai seluruh pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diseluruh Indonesia yang berpegang pada prinsip integritas dan profesionalitas.

Baca juga: Terancam Ditutup, Berikut Daftar Hotel hingga Kafe Nunggak Pajak di Kendari

Baca juga: Pajak Nunggak dan Tak Taat KPK, Puluhan Tempat Usaha di Kendari Bakal Ditutup

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Beri Penjelasan Soal Aturan Baru Pajak Penjualan Pulsa hingga Token Listrik

“Dugaan suap yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak ini jelas merupakan pengkhianatan dan telah melukai perasaan dari seluruh pegawai, baik di Direktorat Jenderal Pajak maupun seluruh jajaran Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kemenkeu RI, Rabu (3/3/2021).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ‘murka’ dan menyebut pegawai Ditjen Pajak yang terlibat suap pajak merupakan penghianat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ‘murka’ dan menyebut pegawai Ditjen Pajak yang terlibat suap pajak merupakan penghianat. (tangkapan layar youtube KompasTV)

Menurutnya, apabila dugaan itu terbukti, maka hal itu adalah pengkhianatan atas upaya seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang tengah fokus mengumpulkan penerimaan negara.

Khususnya penerimaan pajak sebagai tulang punggung penerimana negara.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, di tengah kondisi menghadapi Covid-19, Kementerian Keuangan harus terus fokus mengupayakan penerimaan negara untuk mendukung masyarakat dan dunia usaha agar dapat pulih.

“Ini merupakan suatu hal yang sangat mengecewakan bagi kita semua,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved