Breaking News:

CPNS dan PPPK

Ngaku Janda Tanpa Mahram hingga Ogah Jauh Anak Istri, Alasan 2 CPNS Mengundurkan Diri di Muna Barat

Mengaku janda tanpa mahram hingga ogah tinggalkan anak istri, berikut alasan 2 calon pegawai negeri sipil atau CPNS mengundurkan diri.

Editor: Aqsa
handover
Mengaku janda tanpa mahram hingga ogah tinggalkan anak istri, berikut alasan 2 calon pegawai negeri sipil atau CPNS mengundurkan diri (ilustrasi foto seleksi CPNS). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, MUNA BARAT - Mengaku janda tanpa mahram hingga ogah tinggalkan anak istri, berikut alasan 2 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri.

Dua CPNS di Kabupaten Muna Barat ( Mubar), Sulawesi Tenggara ( Sultra), memilih mengundurkan diri dengan alasan berbeda.

Mereka yakni Sitti Sumrana dan Verdynand Haposan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP ) Mubar, La Ode Mahajaya, dikonfirmasi TribunnewsSultra.com.

Sitti Sumrana lulus pada formasi Ahli Pertama Guru Agama Islam di SD Negeri 3 Tiworo Kepulauan (Tikep).

Dia merupakan warga asal Beropa Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana.

Sitti menggundurkan diri pada saat hari terakhir pemberkasan 30 November 2020 lalu.

Alasan Sitti Sumrana mengundurkan diri karena tidak bisa meninggalkan orangtuanya.

“Dia mengundurkan diri karena ingin merawat orangtuanya. Kemudian dia tidak memiliki pasangan mahram alias janda,” kata La Ode Mahajaya, dikonfirmasi Senin (1/3/2021).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Mahajaya.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Mahajaya. (Akhir Sanjaya/ Tribunnewssultra.com)

Ogah Tinggalkan Anak Istri

Sementara Verdynand Haposan merupakan warga asal Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved