Breaking News:

Viral Video Ibu Pukuli dan Ancam Sayat Wajah Anaknya Umur 7 Tahun saat Tagih Uang Belanja ke Suami

Peristiwa itu terjadi di daerah perumahan di Menteng VII Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Medan.

Editor: Ifa Nabila
newindianexpress.com
Ilustrasi penusukan. Viral video kekerasan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang masih di bawah umur. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Viral video kekerasan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang masih di bawah umur.

Peristiwa itu terjadi di daerah perumahan di Menteng VII Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Medan.

Hal ini dibenarkan Kepala Lingkungan V Kelurahan Medan Tenggara Kecamatan Medan Denai Robinhut Sagala yang menyebutkan bahwa korban masih berumur 7 tahun.

Sementara ibu pelaku kekerasan tersebut dijelaskannya bernama lestari Nova berumur 35 tahun bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Baca juga: Gara-gara Cemburu, Suami Tebas Kaki Istri Pakai Katana hingga Korban Berlindung ke Kolong Rumah

Kasus ini bermula dimana pelaku Lestari Nova Boru Pakpahan dan suaminya Deven Janto Padang mengalami persoalan rumah tangga hingga akhirnya berpisah. Sehingga sang ibu menagih uang belanja anaknya dengan mengancam suaminya dengan menunjukkan video kekerasan yang ditujukan pada suaminya.

"Nama korban KDP berumur 7 tahun, ibunya Lestari Nova bekerja sebagai ibu rumah tangga umurnya 35 tahun. Alamat tempat kejadian perkara di Jalan Menteng VII Kelurahan Menteng Tenggara, Kecamatan Medan Denai Komplek The Green 8 J lantai dua tempat tinggal mereka," bebernya, Sabtu (27/2/2021).

Ia meyebutkan bahwa penganiayaan tersebut telah berulang kali terjadi sejak tahun 2018. Dimana awal mula kasus ini karena keretakan di keluarga.

Bahkan, Robinhut menjelaskan pihak aparatur desa dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah mendatangai keluarga pelaku dan sudah pernah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Baca juga: Kisah Pasangan Kembar Menikah Bersamaan: Kenal dari Kembaran hingga Pernah Tertukar saat Pacaran

"Awal mula kejadian mereka tidak akur sebagai suami istri sehingga pada tanggal 26 November 2020 mereka membuat surat perjanjian di tempat tinggal mereka. Yang dihadiri oleh aparatur pemerintahan diantaranya Lurah, Kepling, Bhabinkamtibmas, dan KPA," bebernya.

Robinhut menjelaskan bahwa kasus ini kembali viral di media sosial dan masyarakat pada tanggal 23 Februari 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved