Namanya Diseret dalam Isu Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko : Tidak Tahu Soal Itu, Jangan Tekan Saya

Moeldoko memperingatkan pihak-pihak yang menekan dan menudingnya merencanakan kudeta di Partai Demokrat.

KOMPAS.com/Dian Erika
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Kemenko-PMK, 6 Januari 2020. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko heran namanya yang diseret dalam polemik tubuh Partai Demokrat belum juga selesai.

Ia merespon pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan kudeta Partai Demokrat menyeret namanya tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Moeldoko memperingatkan pihak-pihak yang menekan dan menudingnya merencanakan kudeta di Partai Demokrat.

"Saya berharap jangan menekan saya seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini. Itu saja makasih," katanya.

Moeldoko justru mengira polemik  yang terjadi di tubuh Partai Demokrat sudah selesai. Ia mengaku tidak mengikuti perkembangan tersebut,

"Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai," ujarnya di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (25/2/2021)

Menurut Moeldoko apabila terus ditekan ia bisa mengambil sejumlah tindakan untuk meresponnya.

Karena ia sama sekali tidak tahu menahu isu kudeta tersebut.

Kata dia, banyak pekerjaan yang harus diurus di KSP. Apalagi dia harus mempersiapkam rencana pernikahan putrinya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
SBY menyinggung nama Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko diduga menjadi pejabat yang terlibat dalam isu kudeta partai berlambang mercy itu.

SBY meyakini apa yang dilakukan Moeldoko terkait kudeta itu dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo.

"Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," jelasnya.

SBY menyakini bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved