Breaking News:

Launching Tribunnewssultra

Promosi ke Investor Asing, BKPM Sebut Sultra "Surga Investasi"

Cahyo Purnomo meyakini upaya pemerintah dalam menumbuh kembangkan perekonomian dengan cara menarik investor asing ke provinsi Sultra

Penulis: Husni Husein
Editor: Laode Ari
tangkapan layar youtube Tribunnews
Direktur Pameran dan Sarana Promosi BKPM RI Cahyo Purnomo pada Webinar Nasional 'Menarik Investasi ke Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi Covid-19, Kamis (18/02/2021). Webinar ini menjadi rangkaian launching TribunnewsSultra.com. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Direktur Pameran Sarana dan Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Cahyo Purnomo meyakini upaya pemerintah dalam menarik investor ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat perekonomian Indonesia.

Cahyo mengatakan Sultra memiliki berbagai aset dan kekayaan alam, di bidang perkebukan, pertambangan, pertanian, sektor perikanan, serta sektor industri dan perdagangan.

"Sultra itu memliki beragam potensi kekayaan alam dan sektor industri. Tentunya potensi ini perlu kembangkan sehingga memiliki daya tarik atau atraktif dalam menarik investor," ujarnya pada webinar virtual yang juga rangkaian dari launching tribunnewssultra.com, Kamis (18/02/2021).

Dari data BKPM, untuk realisasi investasi tahun 2020 berdasarkan lokasi penanaman modal Asing (PMA), Sulawesi Tenggara menjadi wilayah lokasi ke 10 investor menanamkan modal di Indonesia dengan senilai 1,26 miliar US Dollar pada 145 proyek.

Baca juga: Investasi di Sultra Dikuasai Asing, Nilainya Capai 1.114 Juta Dollar AS, di Kabupaten Ini Terbesar

Baca juga: Strategi Kodam XIV Hasanuddin Tingkatkan Investasi di Sultra, Pertahanan Wilayah dan Pengawasan TKA

“Investasi ini adalah aset bagi wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kaya akan hasil bumi dan pada akhirnya Indonesia tidak lagi mengimpor bahan mentah namun kita sendiri yang memprosesnya (nikel)," jelas Cahyo.

Dalam situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini, banyak negara yang terkena dampak dari segi perekonomian.

Tak hanya dirasakan oleh negara berkembang seperti Indonesia namun termasuk negara-negara maju seperti Amerika serikat, China, Inggris dan lain sebagainya.

Sehingga untuk menstabilkan kembali pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi, dengan menarik investor melalui berbagai kebijakan pemerintah.

“Upaya perbaikan telah dilakukan yaitu komitmen pemerintah, perbaikan struktural, sosialisasi dan penyebaran informasi terkait potensi investasi di daerah," ungkap laki-laki yang menguasai empat bahasa itu.

Cahyo menjelaskan Sumber daya alam yang begitu melimpah di Buni Anoa dapat menarik investor diantaranya nikel di kabupaten Kota Kendari, aspal di Kawasan Buton, emas di Bombana, dan hasil tambang lainnya yang tersebar diberbagai wilayah di Sulawesi tenggara (Sultra).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved