Pencurian Kabel Listrik Marak Terjadi di Dua Daerah Ini di Sultra, Modus Pelaku Sebagai Petugas PLN

Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)PLN Kendari menyebut pencurian kabel di tiang listrik marak terjadi di dua daerah di Sulawesi Tenggara

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
Foto/Tribun-Timur.com
Keterangan gambar: Terduga pelaku pencurian kabel milik PLN saat digelandang ke Mapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kendari menyebut pencurian kabel di tiang listrik marak terjadi di dua daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dikutip dari akun Instagram PLNUP3 Kendari, kedua daerah tersebut yakni Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan (Konsel).

Modus para pelaku pencurian kabel PLN menyamar sebagai teknisi atau petugas PLN. 

"Kejadian ini terjadi di lingkungan PLN Unit Layanan Pelanggan Konawe Selatan dan Bombana yang mengakibatkan listrik padam tiba-tiba," tulis laman resmi Instagram @plnup3kendari

Masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. Kemudian melaporkan kejadian tersebut.

"Kami menghimbau agar masyarakat ikut waspada dan membantu melaporkan jika melihat ada kegiatan mencurigakan di sekitar gardu PLN," himbau PLN UP3 Kendari.

Selain itu, untuk lebih memudahkan pelaporan, PLN telah menyediakan Hotline. Masyarakat bisa mengadukan ke pihak PLN melalui nomor yang terdapat dalam layanan tersebut, jika menemui atau melihat pelaku pencurian.

"PLN ULP Konawe Selatan: 082349114243, PLN ULP Bombana: 085322244413, PLN ULP Benu Benua: 08114050950/085246117655," tulisnya.

Sehingga untuk meminimalisir kejadian serupa PLN memberi himbauan agar wargaengetahuo ciri-ciri petugas lapangan PLN.

"Kenali petugas resmi PLN dengan memperhatikan seragam petugas, kartu identitas dan branding kendaraan petugas," tulis akun @plnup3kendari.

Dihubungi terpisah, Supervisor Tehnik PLN ULP Bombana, Rahmat Hidayat mengatakan pencurian kabel sudah tiga hanya berselang waktu dua minggu.

"Setelah ada aduan masyarakat, kami (PLN) sudah melakukan pelaporan ke Polres Bombana. Sudah dua kali kejadian, kurun waktu dua minggu saja," ucapnya saat di hubungi, Sabtu (13/2/2021).

Para pelaku menyasar kabel jenis tembaga. 

"Pencurian ini terjadi di Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu Utara dan Poleang Tengah. Mereka ambil di jalan utama, beraksi di malam hari" ungkapnya.

Rahmat Hidayat menyebut sudah ada enam gardu yang sudah dicuri. 

"Kalo di total, semua yang sudah dicuri lebih kurang 60 meter per gardu," ucapnya.

Dari kejadian ini, PLN menyebut kerugian terjadi dari biaya padam masyarakat dan harga kerugian kabel permeter.

Laporan wartawan TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved